Terbang Jauh dari Murung Raya untuk Beasiswa OSC
![]() |
| Sumber Foto: Dok.Humas Untag Sby |
Putri dari pasangan Dono Fajar Noor Soetopo dan Paridah ini mengatakan bahwa OSC memberi pengalaman yang tak akan terlupakan seumur hidup, “Jarak kota saya ke bandara di Banjarmasin sangat jauh, 10-13 jam perjalanan dan saya baru mendapatkan mobil pukul 12 malam untuk mengejar pesawat pukul 10 pagi.” Dia merasa senang karena memiliki banyak teman baru dari Sabang sampai Merauke. Terpilih sebagai penerima OSC membuatnya tenang dalam menghadapi UN dan UAS. “Saya berani mengambilnya karena sudah pasti diterima, daripada mengikuti tes di Perguruan Tinggi lainnya,” imbuhnya
Bagi kedua orang tua Nova, pendidikan adalah nomor satu. Mereka selalu berupaya memenuhi kebutuhan Nova terkait pendidikan, karena keingian terbesar mereka adalah melihat Nova menjadi seorang dokter. Sayangnya, keinginan tersebut tidak bisa terpenuhi karena mahalnya biaya pendidikan dokter. “Saya tidak mau diam di satu titik oleh karena itu saya mulai belajar lebih giat dan mulai mencari info beasiswa yang jelas. Hingga akhirnya saya sampai di titik ini. Saya mendapatkan OSC yang sangat meringankan beban ekonomi keluarga saya. Walau saya tidak berhasil mewujudkan keinginan besar meraka, setidaknya saya bisa melihat senyum bangga mereka ketika saya berhasil mendapat beasiswa,” tuturnya. Alasan saya memilih UNTAG Surabaya karena dari beberapa pilihan universitas, UNTAG Surabaya terlihat paling bersinar di matanya. Saya memantapkan hati setelah mencari tahu lebih lanjut melalui internet. Dan di Fakultas Sastra lah Nova berlabuh. Mengingat cita-cita besarnya adalah menjadi seorang novelis terkenal, penerjemah profesional, dan bekerja di Kedutaan Besar. (um/aep)
| www.untag-sby.ac.id |

Komentar
Posting Komentar